Entri Populer

Selasa, 08 Mei 2012

"Cinta Sang Dara"







          ASTRID SUBANDONO menatap jauh melewati daun jendela rumahnya di kawasan Royal Garden.Kabut gelap perlahan mulai naik dan menghilang bersama terbitnya matahari,memperlihatkan puncak bukit Panderman yang membiru.Sebuah bendera merah yang ditancapkan para pendaki mulai berkibar diterpa angin pagi pegununggan.

         Selama dua puluh empat tahun hidupnya Astrid telah melakukan hal yang sama. Dari tempat yang sama menikmati pemandangan yang sama.  Seringkali dalam hidupnya ia ingin pergi dan mencoba kehidupan yang lain di tempat yang lain. Namun tak pernah sekalipun terpikir dalam angannya bahwa suatu hari nanti ia akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi.

        Tapi sepertinya itulah yang akan segera terjadi. Ia terancam kehilangan segalanya. Royal Garden, yang selama ini menjadi rumah dan sekaligus sumber penghidupan keluarganya harus lepas dari tangannya. Baru lima belas jam yang lalu ayahnya dimakamkan setelah terkena stroke dan tidak tertolong. Dan pagi ini haris Tofly datang kerumah mengejutkannya dengan kenyataan yang tak pernah terbayang akan menimpa dirinya. Keluarganya bangrut. Semula,Astrid mengira pria itu hanya bermain-main dengannya. Tapi tepat detik itu pula Astrid percaya itu benar. Tidak akan ada seorang pun pengaca bercanda tentang hal buruk seperti itu hanya selang seari dar kematian kliennya.

      “Bagaimana mungkin?” bisiknya pada diri sendiri, tetap belum sepenuhnya mempercayai apa yang akan dikatakan biasa-biasa saja bahakan oleh dirinnya sendiri yang telah selama hidupnya tinggal disana. Rumahnya terletak didataran paling tinggi, kemudian tepat disebelahnnya terdapat villa-villa yang biasanya disewa oleh orang-orang perkotaan yang ingin menikmati udara pegununggan kemudian disusul sebuah perkebunan luas yang menjadi area argowisata berisi sebagai tanaman buah.lalu yang terletak di dataran paling bawah adalah pemandian dan area bermain. Yang jelas, Royal Garden nyaris tidak pernah sepi selama tahun-tahun terakhir. Jadi siapa yang menyangka kalau di balik semua keramaian ini ada masalah keuangan yang sangat pekik?

“Royal Garden masih memberikan pemasukan yang tidak bisa di bilang sedikit,”kata Astrid  berbalik,menatap pengacara ayahnya yang tengah duduk kaku tengah-tengah ruang tamurumahnya yang besar.

          Haris Tofly mengangguk,”Ya. Tapi itu tidak cukup.””apa yang sebenarnya terjadi ?” Astrid kembali duduk di hadapa Hari Tofly. Menyiapkan diri untuk mendengarkan berita buruk yang akan disampaikan pengacara ayahnya itu. Pria itu melihat Astrid dengan tekad bulat. Ia memang tidak sebenarnya mengganggu gadis ini hanya selang sehari dari kematian ayahnya. Ia tahu, kematian Aswandi Subandono yang mendadak ini saja sudah membuat gadis ini terpukul. Dia sangat tahu bagaimana Aswandi Subandono selalu melindungi dan menyayangi gadis ini melebihi segalanya yang ada di muka bumi ini. Dan Haris sendiri yakin, karena itu pulalah aswandi sampai tidak tahu menahu masalah keuangan yang sangat besar itu. Sejak dulu Aswandi bertekad tidak akan membebankan masalah ini pada putri satu-satunya. Pria keras kepala itu akhirnya malah membawa rahasia itu sampai ajal menjemputnya. Hanya saja yang tidak pernah dipikirkan Aswandi adalah bahwa masalah umur itu sudah ada yang mengaturnya sendiri. Dan sekaramg, ia justru telah membebankan hutang yang sangat besar pada putri satu-satunya yang nyaris tidak pernah kesusahan dalam hal keuangan. Dalam sehari terakhir, Haris seringkali berharap seandainya ia memiliki pilihan yang lain. “Sekitar tiga tahun yang lalu, ayahmu terlibat dalam sebuah investasi besar dengan janji keuntungan yang juga sangat besar,”kata Haris Tofly pada akhirnya. “Lalu kemana investasi itu? Kenapa kita justru bangkrut?””itulah bisnis,Astrid,”sahut Haris Tofly sabar.”Aku tahu itu,Pak Haris. Meski tidak pernah ikut campur dalam bisnis,aku tahu bisnis bisa untung atau bangkrut.” Pengacara itu terdiam “maaf,bukannya saya bersikap kasar” Astrid memutar-mutar ujung rambutnya dengan jari. “Tapi apakah modal uang itu tidak bisa kembali?”sayangnya tidak.”jadi selama tiga tahun terakhir kami sudah bernasalah dengan keuangan?”Benar. Dan semenjak itu keadaan jadi berbalik. Pak Aswandi harus mati-matian menutupi hutangnya. Penghasilan Royal Garden memang besar, tapi tidak lagi mampu menutupi semua hutang itu.”Astrid mengerenyit,”Tapi selama ini kami selalu hidup kelebihan. Ayah tidak pernah mengeluhkan tentang apapun,apalagi masalah keuangan. Ayah selalu bergembira dan kelihatan bahagia. Dan yang jelas, ayah tidak pernah bilang padaku kalau keuangan Royal Gardensedang dalam masalah.”Haris Tofly mengangguk. “Saya juga tahu tentang hal itu. Itu sengaja dilakukan Pak Aswandi karena beliau sangat menyayangimu. Kau putri satu-satunya dan apapun yang terjadi ayahmu bertekad membiarkan kau mengetahui kesulitan keuangannya. “Ya ampun. “Astrid mengeluh. Inilah yang selalu dilakukan ayahnya. Selalu menganggapnya anak kecil yang rapuh dan selalu memerlukan perlindungan selama hidupnya. Ia sering tertekan dengan kasih sayang ayahnya tanpa mampu berbuat apa-apa. Apalagi,jika dibandingkan dengan kelurga-keluarga sepupunya yang lain,ia masih beruntung mempunyai oarang tua yang menyayanginya. Lagi-lagi astrid mengeluh. “Tapi aku sudah dewasa, bukan anak kecil yang akan merengek dan merajuk jika ada kesulitan yang menipa ku. “Memang seharusnya tidak seperti itu. Tapi kau tau sendiri ayahmu. “Sekarang aku jadi bertanya-tanya. Dari mana asal uang yang selam tiga tahun terakhir aku pakai? “Astrid meluruskan punggungnya, menatap pengacara dengan nanar. Wajahnya yang masih menyisakan sembab akibat kepedihan kemarin,semakin mencuat. “Perjalanan-perjalanan yang sering aku lakukan? Gaun-gaun, alat-alat kecantikan,salon.  Itu semua dari mana?”


             Haris Tofly menunduk, memandangi sepatunya.”Oh tidak,”Astrid menutup wajahnya dengan kedua tangan.”Ayah seharusnya tidak melakukan ini.”Kau tidak apa-apa?”tanya Haris khawatir. Astrid mendongak,tubuhnya gemetar. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Selama ini ia hidup didalam kotak kaca yang telah dibangun orang tuanya. Selalu aman dibawah naungan ayahnya. “Berapa tepatnya hutang Ayah?”Pengacara menyebutkan sebuah angka yang membuat Astrid shock. Ia sendiri hidup selalu dengan bergelimang uang selama hidupnya. Tapi ia tidak pernah berfikir mempunyai uang sebanyak itu,apalagi memiliki hutang sebesar itu. “Kapan jatuh temponya?”tanya Astrid lagi lama kemudian,setelah berhasil memaksakan dirinya untuk tenang kembali. “Bulan depan tanggal 15.”Apa?”Astrid menghitung-hitung.”Itu tanggal dua puluh hari lagi.”Benar.”Astrid merasa kakinya mengambang diatas tanah.”Jadi,apa yang harus aku lakukan?”Kecuali kau bisa mendapatkan uang sebanyak ini,kau harus menjual Royal Garden.” Astrid benar-benar merasa ingin pingsan. Menjual Royal Garden? Satu-satunya tempat bernaung sekaligus pencarian warisan keluarganya?”lalu aku harus kemana?”Bisiknya. “Maaf Astrid. Seandainya aku bisa mengusulkan yang lain. Tapi aku tidak punya jalan lain.”Bagaiman dengan pinjam ke Bank?”Tanya Astrid gentar.”Tidak bisa lagi,rumah ini dan seluruh wilayah Royal Garden telah di hipotekkan.”Astrid termangu. Rumah ini,rumah yang selalu menjadi kebanggaan turun temurun dalam keluargannya.rumah yang di bangun oleh buyut  ayahnya ini suadah menjadi salah satu daya tarik bagian wisata kota tempat kelahirannya dan bagian yang sudah menyatu dengan Royal Garden. Tak pernah terbayangkan kalau suatu saat akan berpindah ke tangan orang lain. Tapi,hutang tetaplah hutang. Bahkan mesti tidak perbah terjun langsung untuk bekerja di Royal Garden---sumber nafkah kelurgannya selama ini---ia tahu kalau omsetnya tidak akan mampu menutupi hutang Ayahnya. Mau tidak mau ia harus merubah gaya hidupnya selama ini. Tidak ada mobil, tidak ada traveling,dan juga tidak ada semua kemewahan yang selama ini dinikmatinya. Mungkin sedikit sulit,tapi ia tidak punya pilihan. “Apa itu sudah cukup untuk melunasi hutang?”Pengacara itu bergerak-gerak gelisah. “Tepatnya aku belum.....”Katakan,Pak Haris,”desak Astrid.”Kau tahu sendiri kalau sekarang aku yang bertanggung jawab atas semua apa yang telah dilakukan Ayah. Jadi jangan mencoba membunyikan apapun dariku.”Harid Tofly menatap Astrid. Beginilah kehidupan,bisa berbalik dalam hitungan detik saja. Gadis cantik itu,yang selama ini selalu berlinding di balik punggung ayahnya seprti boneka cantik yang hanya bisa dipajang dan dipandang dari kejauhan,yang tahu hanya menikmati kehidupan,tiba-tiba saja terperosok pada masalah yang tidak akan pernah ada yang menduga akan di alaminya. Bahkan Aswandi Subandono pun pasti juga tidak akan mengira ini akan menimpa putri satu-satunya.

          Ketegaran Astrid ccukup mengejutkan Haris. Semula ia akan mengira akan menghadapi gadis manja yang histeris. Menangis dan memaksanya untuk mencari jalan lain,apapun itu selain menjual Royal Garden. Tapi gadis ini, meski tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan sangat terpukul,setidaknya masih bisa di ajak berkomunikasi dan berfikir. “Astrid. Harga rumah ini belum pasti. Tapi berdasarkan perkiraan masih kurang. Kau juga harus menjual semua perabotan dan semua mobil. Trmasuk land rovermu.”

                                                                                   @

            “Apa maksudmu menjual Royal Garden?”tanya Edwin Subandono, sepupunya Astrid yang malam itu datang kerumah bersama Mike,sepupunya yang lain. Mereka tidak dapat menyimpan kekejutannya saat Astrid akan menjual Royal Garden yang merupakan warisan buyut mereka. “Aku tidak punya pilihan. Kalian tahu,aku punya firasat buruk. Sepertinya aku tidak akan mendapatkan apapun.  Seluruh perabotan,tanah dan bahkan land roverku sendiri. Semua akan hilang intinya,saat ini aku sangat miskin. Aku tidak memiliki uang satu rupiahpun.” Kedua pria itu tidak berkata apa-apa,hanya memandang wajah Astrid seolah sebelum pernah melihat gadis itu sebelumnya.”Percayalah,”Astrid meyakinkan.”Semula aku juga tidak percaya. Bagaimana mungkin aku menjual Royal Garden yang selama beberapa generasi menjadi milik kelurga kita? Yang seumur hidup sudah menjadi tempat tinggalku? Tapi saat Pak Haris menunjukan data-data hutang itu ....”Astrid menggeleng.”Aku tahu tidak memiliki pilihan yang lain lagi.”Royal Garden,diwariskan pada Oom Aswandi bukan untuk di jual,”kata Edwin.”Tapi untuk dirawat dan dilestarikan.”Edwin benar. Tempat ini,selain sebagai tempat tinggalmu juga merupakan kebanggaan kelurga besar Subandono. Apa kau tidak memikirkan apa reaksi mereka? Yang pasti,ibuku dan bibi Wening akan mencak-mencak karena ini. Kita akan mencari jalan lain agara Royal Garden tidak dijual,”sambung Mike,yang sebelumnya pulihdari keterkejutannya.

             Astrid menyilangkan kakinya.”
  ”Aku juga selalu memikirkan hal itu. Kalian bisa menolongku dengan meyakinkan mereeka Bibi Nurman dan Bibi Wening kalau aku sudah tidak punya pilihan lain. Sebenarnay, semasa hidup ayah selalu mewanti-wanti aku untuk memelihara Royal Garden dan rumah ini dengan sebaik-baiknya. Tapi siapa yang akan tahu akan ada masalah seperti ini? “Satu-satunya hal yang bisa menghindarkan aku menjual Royal Garden adalah mencari pinjaman. Tetapi siapa yang mau meminjamkan uang sebanyak itu? Sementara seluruh wilayah Royal Garden termasuk rumah ini telah dijadikan hipotek. Kita belum bisa mendapatkan kredit sebelum hutang itu  terbayar. Lagipula mana ada yang mau meminjamkan uang sebanyak itu.dan buruknya lagi,kalaupun Royal Garden tidak aku jual,nantinya juga akan disita Bank.”Ini seperti mimpi buruk,”gumam Mike  menggeleng.”Tapi kau masih punya kami,Astrid.”Astrid mendongak,menatapa Mike lalu beralih pada Edwin. Kedua sepupunya itulah yang selama ini menjadi temannya. Benar-benar sebagai teman. Sebagai orang kaya, banyak yang dekat dengan kelurganya. Tapi Astrid bisa merasakan siapa yang benar-benar tulus berteman dengannya atau hanya karena pretise atau kekayaannya saja.

            Mereka bertiga tumbuh bersama sejak kecil. Dulu, sewaktu kecil Edwin dan Mike selalu marah jika Astrid terus-menerus mengikuti kemanapun mereka pergi. Edwin dann Mike kanak-kanak selau merasa terganggu karena diikuti anak perempuan keras kepala seperti Astrid. Mereka sepertinya tak bosan-bosannya membujuk Astrid untuk bergaul dengan sepupu-sepupu mereka yang perempuan,yang suka main boneka dan masak-masakan. Tapi Astrid terlalu keras kepala untuk mengikuti kemauan kedua sepupunya itu sampai akhirnya Edwin dan Mike menjadi terbiasa dan membiarkan Astrid mengikuti mereka. Sampai akhirnya persahabatan mereka berlangsung sampai sekarang. Kedua sepupu pria itu suka menggodanya sebagai anak papa karena kasih sayang yang berlibihan yang diberikan paman mereka,Aswandi Subandono. Tapi astrid tidak pernah mengeluh dengan kasih sayang Ayahnya. Ia merasa orang paling beruntung diantara kedua sepupunya itu. Edwin memiliki orang tua tang keras. Seringkali Edwin melarikan diri ke rumahnya jika merasa jenuh dirumah karena terlalu banyak peraturan yang harus di jalaninya. Dan sekarang,sepupu tersayang itu sedang mempersiapkan pernikahannya. Lalu Mike,sebenarnya sepupunya memiliki sifat yang periang dan humoris. Tapi bulan-bulan terakhir adalah saat yang berat baginya. Pernikaham indah yang membuat Astrid iri beberapa tahun yang lalu. Ternyata berakhir dengan tidak kebahagiaan. Hari-hari Mike lebih banyak di habiskan untuk mencari istrinya yang tidak tentu dimana rimbanya. Astrid sendiri tidak habis mengerti,kenapa Fiona lebih memilih meninggalkan Mike dan putrinya Riris,yang masih kecil dan sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya. Dulu, Astid termasuk dengan dengan fiona,dan jelas-jelas tahu bagaimana cinta wnita itu kepada suaminya. Mungkin sifatnya yang sering  memendam perasaannya itu yang sering menjadi penghambat cintanya dengan sang suami. Astrid selalu merasa ada yang tidak beres dengan larinya Fiona. Tapi ia tidak tahu apa itu dan tidak ingin membuat Mike lebih cemas lagi dengan kekhawatiran-khawatiranya yang tidak beralasan. Di saat mereka sedang memiliki kepentingan sendiri-sendiri seperti ini,yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,apakah Astrid tega meminta bantuan dari  mereka?

           “Kalian mau membantu ku bagaimana? Mau menjual Hotel mu itu,Mike?Aku tahu kamu sedang mencari keberadaan istrimu. Kau tmembutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk itu. Dan kau juga Edwin. Apa kau mau menjual rumah sakitmu?Lagipula kau akan segera menikah.”













    














    

Minggu, 06 Mei 2012

Long Time COMING

                 Mobil Porsche itu meluncur di jalan bagai seekor macan kumbang yang ramping. Mobil itu menikung tajam di belokan, suara mesinnya mendengung rendah dalam hingga terdengar seperti geraman seekor hewan pemangsa. Marnie hibbs sedang berlutut di kebun bungannya yang subur, menggali diantara semak-semak dibawah rumpun ligustrum dan mengumpati serangga-serangga kecil yang berpesta pora melahap tanamannya, ketika deru mesin mobil itu menarik perhatiannya. Ia menengok ke belakang mengamati mobil itu, lalu mulai panik saat mobil itu berhenti dimuka rumahnya

Selasa, 17 April 2012

the maling of kolor

Prolog
"Dasar Asu!"..

        Terikan dari seorang ibu bersanggul menggema di antara bunyi dentuman musik disko yang sedang diputar malam itu disebuah klub ternama ibukota.
"Aku sudah tau semua kelakuan busukmu dengan wanita murahan ini!"tundind si ibu ke seorang lelaki dan si wanita penggodayang ada di sebelahnnya.sayangnya,lelaki terlalu mabuk,sehinnga menjawab,maafkan akuuuu...,menduakan cintamu....."
        "Kamu juga,dasar perempuan murahan!sing edan! jangan ngerebut suami orang dong."
"Cih,siapa yang ngerebut suami orang? suami lo sendiri yang ngebet sama gue tuh. Makanya kalo punya suami dijagain Dong."Wanita penggoda itu mengelak santai.
        "Ngebet-ngebet.Wong aku tau kamu tuh pake pelet.Makannya suami ku lari sama kamu.Ya toh?Dasar perempuan Sundal!"terik si ibu penuh nafsu.
"Begh,salah. Gue asli Padang. Bukan Sunda."
"Sundal,bloon,"
"Oo,kirain sunda."Si Wanita penggoda mesem-mesem."kamu ngaku saja kalau kamu bener pake Pelet. Ya toh? Aku ini sudah menyelidiki kamu.Jadi sudah jangan menghindar lagi bisannya main pelet."Kesal di tuduh main pelet,si Wanita penngoda siap ambil ancang-ancang dan,,PLAK!"Nduk berani-beraninya nampar aku?!

Senin, 16 April 2012

Perkenalan Lagi

Nama saya aslah Ficky,saya adalah anak yang periang,aktif dan suka olahraga.Hari ini saya sangat capek sekali karena banyak kegiatan yang dilakukan dikampus. Dosen memberikan banyak tugas kepada saya. Tetapi saya berusaha untuk menyelesaikannya semua tugas yang diberikan oleh dosen, oleh karena itu doa'kan saya ya. Skian postingan perdana dari saya.

Perkenalan

Nama saya adalah ficky, saya adalah anak yang periang, aktif dan suka olahraga. Hari ini saya sangat capek sekali karena banyak kegiatan yang dilakukan diKampus.Dosen memberikan banyak tugas kepada saya. Tetapi saya berusaha untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh dosen,oleh karena itu doakan saya ya. Sekian Postingan Perdana dari saya..